Ketukan Hati
Selasa, 25 Juni 2013
Beasiswa Data Print 2013
Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 dan 2012, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa. Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2013 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!
Pendaftaran periode 1 : 1 Februari – 30 Juni 2013
Pengumuman : 10 Juli 2013
Pendaftaran periode 2 : 1 Juli – 31 Desember 2013
Pengumuman : 13 Januari 2014
For more info, visit --> Beasiswa Data Print
Website Data Print
Rabu, 07 November 2012
Pemuda Tangguh Harapan Bangsa
Mungkin kita masih ingat kata
mutiara dari Bung Karno tentang pemuda: “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya
akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan
kuguncangkan dunia.” Ada benarnya jika kita menyetujui pernyataan tersebut.
Pemuda adalah harapan tertinggi bangsa dalam membangun jati diri bangsa. Pemuda
menjadi penentu maju tidaknya masa depan bangsa. Bagimanapun, hal itu hanya akan
terwujud bilamana para pemuda mempunyai karakter – karakter tangguh dalam diri
mereka.
Banyak dalam jiwa pemuda saat ini
mempunyai sifat mudah menyerah. Mereka hanya ingin mendapatkan sesuatu yang
mudah, pasti dan terjamin tanpa mencoba hal-hal yang baru dalam hidup mereka.
Keinginan untuk cepat mendapatkan kesuksesan merupakan kunci yang menyebabkan mereka
menjadi pribadi yang lemah. Mereka tidak menyadari bahwa kesuksesan akan diraih
hanya dengan kerja keras dan kemauan dalam diri mereka sendiri. Tanpa hal itu,
sifat mudah menyerah akan semakin memendam di pikiran mereka.
Perlu adanya sebuah kekuatan untuk
menghilangkan sikap putus asa tersebut. Percaya
diri adalah sumber kekuatan yang sering tidak disadari oleh para pemuda.
Percaya diri secara tidak langsung memberikan kekuatan yang lebih dalam diri
kita. Banyak dari pemuda merasa tidak percaya diri akan segala kemampuan yang
mereka miliki. Hingga akhirnya mereka merasa minder yang berujung kepada sikap
mudah menyerah. Untuk memunculkan sikap percaya diri, dibutuhkan sebuah mindset yang tepat dalam diri kita.
Diri
kita adalah apa yang kita pikirkan. Ungkapan dari Earl
Natingle tersebut mengartikan bahwa segala hal yang kita lakukan itu
dipengaruhi oleh pikiran kita sendiri. Kita tidak akan bisa menghilangkan
kebiasaan merokok jika kita terus berpikir kalau rokok itu adalah sesuatu yang
baik dan menguntungkan. Begitu juga sikap mudah menyerah tidak akan hilang jika
kita tidak percaya pada diri kita sendiri. Sebuah mindset yang tepat akan menentukan langkah yang terbaik dalam
mencapai apapun yang kita inginkan.
Selain kepercayaan diri, seorang
pemuda dituntut untuk memilki kedisiplinan dalam diri mereka. Disiplin melatih
kita untuk tidak hanya menghargai waktu, tetapi juga melatih kita untuk bisa
menghargai diri kita sendiri. Kita akan dinilai orang lain berdasarkan seberapa
disiplin diri kita. Negara kita terkenal dengan negara yang kurang disiplin, khususnya
disiplin dalam waktu. Tidak heran negara kita terkenal dengan sebutan “jam
karet” atau dalam Bahasa Inggris disebut dengan Rubber Time. Hal itu terjadi disebabkan oleh kesenangan kita dalam
meneruskan kebiasaan buruk tanpa mencoba ingin merubahnya. Kita sebagai generasi
penerus bangsa harus mulai merubah pola hidup tersebut untuk kemajuan diri
kita, orang lain dan negara kita.
Disiplin dapat dibentuk dengan
mulai membentuk sikap itu sendiri di lingkungan kita berada. Hal pertama yang
harus kita lakukan adalah dengan menjadi
pelopor kedisiplinan untuk diri kita sendiri. Setelah kita mampu membiasakan
kebiasaan disiplin dalam diri kita, orang lain akan terpengaruh oleh sikap kita
dan mulai membentuk kebiasaan disiplin. Keberhasilan membentuk kedisiplinan
dalam sebuah lingkungan akan berpengaruh positif dalam menjalani kehidupan
sehari-hari.
Percaya diri dan disiplin adalah
dua karakter tangguh yang harus dimiliki oleh para pemuda. Dua karakter berbeda
yang mempunyai tujuan yang sama. Percaya diri memberikan kita kekuatan untuk
mengatasi kelemahan kita sedangkan disiplin membuat kita berharga di mata orang
lain yang akan mengurangi segala kekurangan yang kita miliki. Namun, dua hal
tersebut tidak akan bekerja sama jika tidak ada sebuah karakter pelekat, Berfikir
positif.
Berfikir positif merupakan salah
satu kunci utama dalam menggapai kesuksesan. Berfikir positif mendidik kita
untuk menganggap segala sesuatu menjadi baik bagi keberhasilan kita. Ada
beberapa kutipan pesan menarik yang pernah disampaikan oleh soerang motivator
ternama, Mario Teguh. “Pusatkan perhatian Anda pada yang Anda
inginkan, bukan pada yang Anda khawatirkan. Pusatkan perhatian Anda pada
kekuatan Anda, bukan pada kelemahan Anda. Pusatkan perhatian Anda pada
yang mungkin, bukan pada yang tidak mungkin.” Pesan tersebut menggambarkan
tentang cara yang harus kita lakukan untuk berfikir positif. Dengan kita
berfikir positif, kita hanya melakukan hal yang bermanfaat bagi kita dan
meninggalkan hal yang merugikan diri kita.
Berfikir
positif sangat berpengaruh terhadap kemajuan dalam diri kita terlebih dalam
membentuk karakter percaya diri dan disiplin. Membiasakan diri kita kepada hal
yang bersifat positif akan melatih diri kita menjadi pribadi yang kuat dan
mendidik kita manjadi pribadi yang bermoral. Pribadi yang kuat mereflesikan
karakter percaya diri sedangkan pribadi yang bermoral merefleksikan karakter
disiplin. Selain itu, berfikir positif juga erat kaitannya dengan hubungan kita
kepada Tuhan. Tuhan sesuai prasangka
hambanya. Pesan tersebut mengartikan bahwa kalau kita ingin mendapatkan kebaikan,
kita harus selalu berfikir tentang hal yang bernilai kebaikan pula.
Percaya diri, disiplin
dan berfikir positif adalah tiga pilar sifat yang harus dimiliki oleh para
pemuda untuk menjadi pemuda yang tangguh di masa depan. Ketiga karakter
tersebut tidak mudah teraplikasikan dengan baik tanpa adanya kemauan dalam diri
para pemuda untuk berubah. Oleh karena itu, penulis yang juga sebagai seorang
pemuda mengajak dirinya sendiri dan para pemuda di negara Indonesia untuk
bersama-sama menjalankan ketiga karakter itu dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan harapan, para pemuda di negara ini benar-benar bisa menjadi pemuda-pemuda
tangguh harapan bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)